LOGIN TO YOUR ACCOUNT

Username
Password
Remember Me
Or use your Academic/Social account:

Congratulations!

You have just completed your registration at OpenAire.

Before you can login to the site, you will need to activate your account. An e-mail will be sent to you with the proper instructions.

Important!

Please note that this site is currently undergoing Beta testing.
Any new content you create is not guaranteed to be present to the final version of the site upon release.

Thank you for your patience,
OpenAire Dev Team.

Close This Message

CREATE AN ACCOUNT

Name:
Username:
Password:
Verify Password:
E-mail:
Verify E-mail:
*All Fields Are Required.
Please Verify You Are Human:

OpenAIRE is about to release its new face with lots of new content and services.
During September, you may notice downtime in services, while some functionalities (e.g. user registration, login, validation, claiming) will be temporarily disabled.
We apologize for the inconvenience, please stay tuned!
For further information please contact helpdesk[at]openaire.eu

fbtwitterlinkedinvimeoflicker grey 14rssslideshare1
Mulyani, Emba (2014)
Types: Article
Subjects: :NATURAL SCIENCES [Research Subject Categories]
Jurnal Fisika Medik Studi Penentuan Kecepatan Aliran Darah dan Frekuensi Terimaan Pasien Atherosclerosis Menggunakan USG Color Doppler Mulyani H211 08 507 Pembimbing Utama Sri Dewi Astuty Ilyas,Ssi, Msi Nip.19750513 199903 2 001 Pembimbing Pertama Dahlang Tahir, Msi, Ph.D Nip.19750907 200003 1 001 ABSTRACT Research about Study of determination blood speed of current and freq uency give patient atherosclero sis uses plane USG Color Doppler had been conducted . Method of the research taken by compare photo s from thorax of patient that indicated suffer from atherosclerosis or fat heaping in aorta small channel thoracalis, next set the pace blood stream in aorta referred. Result of this research is obtained that p atient atherosclerosis is marked with vision calsification (bed-chalk) at aorta small channel thoracalis bases radiography picture thorax where luasan kalsifikasi that happened hav e an effect on to blood speed o f exhaust in aorta, ever greater calsification (bed - chalk) emergent then getting smaller also speed of current of average blood in aorta. Because calsification shows to the n umber of fat that heaped up in aorta thoracalis that will result bated its blood current go to other organ. Highest Speed of current of average blood as high as 54,88 cms/s and lowest as high as 15,68 cms/s. Frequency ultrasonic that accepted patient not different (the same) with inp ut frequency and not influenced by blood speed of current in patient body. Keyword: USG Doppler, atherosclerosis, aorta thoracalis, calsification. INTISARI Telah dilakukan penelitian tentang Studi Penentuan kecepatan aliran darah dan Frekuensi terimaan pasien atherosclerosis menggunakan pesawat USG Colour Doppler. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan membandingkan hasil foto thorax pasien yang diindikasikan menderita pen yakit atherosclerosis atau penump ukan lemak dalam pemb uluh aorta thoracalis, kemudian ditentukan kecepatan aliran darah dalam aorta tersebut. Hasil penelitian diperoleh bahwa p enderita atherosclerosis ditandai dengan p enampakan kalsifikasi (perkapuran) pada pembuluh aorta thoracalis berdasarkan gambar radiografi thorax dimana luasan kalsifikasi yang terjadi berpengaruh terh adap kecepatan aliran darah dalam aorta, semakin besar kalsifikasi (perkapuran) yang tampak maka semakin kecil pula kecepatan aliran darah rata-rata d alam aorta. Karena kalsifikasi menunjukkan banyaknya lemak yang tertimbun dalam aorta thoracalis yang akan mengakibatkan tertahannya aliran darah menuju organ lainnya. Kecepatan aliran darah rata-rata tertingg i sebesar 54,88 cm/s dan tertendah sebesar 15,68 cm/s. Frekuensi ultrasonic yang diterima pasien tidak jau h berbeda (sama) dengan frekuensi masukan dan tidak dipengaruhi oleh kecepatan aliran darah dalam tubuh pasien. Kata Kunci : USG Dop pler, atherosclerosis, aorta thora calis, kalsifikasi . PENDAHULUAN thoracalis akibat adanya penyakit atherosclerosis atau kalsifikasi pada aorta akibat adanya tumpukan Latar Belakang lemak, dimana hal ini akan mengarah pada klinis Ultrasonografi (USG) merupakan salah pasien yang bisa mengalami stroke akibat satu pencitraan diagnostik untuk pemeriksaan alat- penyempitan pembuluh d arah, selain itu dihitung alat tub uh, dapat mempelajari bentuk, uk uran pula frekuensi yang diterima pasien Atherosclerosis anatomis gerakan serta hubungan dengan jaringan menggunakan pesawat USG Color Doppler. sekitarnya. Data yang diperoleh memp unyai nilai Metode penelitian yang digunakan adalah dengan diognostik tinggi serta tidak diperlukan persiapan adanya indikasi pada hasil foto thoraks dengan khusus yang sulit. Selain itu hasil pemeriksaan adanya kelainan pada Aorta Thoracalis yaitu dapat diberikan informasi tentang organ yang adanya kalsifikasi atau perkapuran yang diperiksa dengan akurat, tidak menimbulkan efek menunjukkan adanya penumpukan lemak. samping dan lebih aman dibandingkan dengan Tujuan Penelitian pemeriksaan yang menggunakan sinar X. a. Menghitung kecepatan aliran darah rata-rata Sebelum tah un 197 2, pemeriksaan dalam aorta thoracalis pada pasien ultrasonografi (USG) dengan Real-Time Imaging atheroclerosis. dua dimensi hanya mampu untuk melihat b. Menen tukan frekuensi yang diterima oleh perubahan-perubahan morfologi jaringan tubuh. pasien atherosclerosis berdasarkan kecepatan Dengan B-mode gra y scale , pembuluh darah besar rata-rata aliran darah rata-rata dalam aorta (aorta) sud ah dapat dikenali dengan baik, tetapi thoracalis. informasi tentang aliran darah dan kelainan TINJAUAN PUSTAKA pembuluh darah hanya sedikit yang didapat Teori Gelo mbang Akustik dan Ultrasonik sedangkan paso kan darah ke organ-organ dan Gelombang aku stik atau gelombang bunyi aktivitas p erfusi dalam organ-organ tersebut tidak adalah gelo mbang yang dirambatkan sebagai dapat dievaluasi. Dengan memanfaatkan efek gelombang mekanik yan g dapat menjalar dalam Doppler di bidang USG, maka pasokan darah ke medium padat, cair, dan gas (Sutrisno, 1988). organ-organ dan aktivitas perfusi organ-organ Gelombang bunyi ini merupakan getaran molekul- dapat diamati dan diukur dengan menggunakan mo lekul zat dan saling beradu satu sama lain Doppler berwarna (DW). namun demikian zat tersebut terkoordinasi Dalam mendeteksi aliran darah, memberikan ruang menghasilkan gelombang serta mentransmisikan informasi tentang ukuran, bentu k dan tingkat atau energi bahkan tanpa terjadi perpindahan partikel besarnya aliran darah atau gejala kelainan aliran (Resnick dan Halliday, 1992). darah yang terjadi pada pembuluh darah Dasar Fisika UltraSound (penyempitan/stenosis, thrombus) sebagai akibat Gelombang bunyi merupakan gelo mbang dari terjadinya penumpukan lemak pada pembuluh yang perambatannya memerlukan suatu medium darah yan g disebut Atherosclerosis. Pada suatu (Gabriel, 1996). Berdasarkan frekuensinya gejala kalsifikasi akibat adanya tumpukan lemak gelombang bunyi dapat dibedakan d alam beberapa dalam pembuluh darah akan mempengaruhi bagian, seperti terlihat pada tabel di bawah ini : kecepatan aliran darah yang mengalir dalam Daerah frekuensi g elombang bunyi (Bushong pembuluh tersebut. 1991 ) Prinsip Doppler juga ditandai dengan terjadinya Jenis Frekuensi perbedaan frekuensi yaitu bila suara ultra yang Gelo mbang dihasilkan o leh su mber stasioner d ipancarkan Bunyi mengenai reflektor bergerak akan men imbulkan Infrasonik < 20 Hz gema (pantulan pulsa). Bila obyek/ reflektor Audiosonik 20???20.000 bergerak mendekati tranduser maka frekuensi gema Utrasonik Hz (frekuensi penerima) akan meningkat dan >20.000 Hz sebaliknya. Selisih frekuensi ini dikenal dengan frekuensi pergeseran Doppler (Doppler-shift frequency). Besarnya perbedaan frekuensi yang Gelombang Utrasonik merupakan dihasilkan juga dapat ditentukan berdasarkan nilai gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang kecepatan aliran darah rata-rata pada aorta mempunyai daya tembus kedalam jaringan tubu h thoracalis.Dari uraian diatas penulis tertarik untuk manusia. Dalam aplikasi di b idang medis, melakukan Studi Penentua n kecepatan aliran pemeriksaaan dengan ultrasonografi menggunakan dara h dan Frekuensi terimaan pasien gelombang ultrasonik yang berfrekuensi 1 ??? 10 atherosclerosis menggunakan pesawat USG MHz (Sjahrir, 1 992 ). Colo r Doppler. Karakteristik Gelombang Ultrasonik Ruang Lingkup Penelitian Gelombang ultrasonik yang melalui Penelitian ini dibatasi pada penentuan medium mengakibatkan getaran partikel dengan kecepatan rata-rata aliran darah dalam aorta medium amplitudo sejajar dengan arah rambat secara longitudinal sehingga menyebabkan partikel Elektrik, kristal piezo elektrik dialiri tegangan medium memb entuk rapatan ( Strain ) dan tegangan listrik sehingga mengalami vibrasi yang ( Stress ). Proses kontinu yang menyebabkan menimb ulkan frekuensi ultrasonik. Kristal piezo terjadinya rapatan dan regangan di dalam medium elektrik dalam dunia kedo kteran dipakai sebagai disebabkan oleh getaran partikel secara periodik transduser yan g dapat menghasilkan citra seperti selama gelombang ultrasonik melaluinya (Resnick pada ultrasonografi (Cameron,1978). dan Halliday , 1992). Tranducer adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tub uh yang akan Interaksi Gelombang Buny i dengan Jaringan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros Impedansi akustik adalah respon suatu usus b esar pada pemeriksaan prostat. Di dalam bahan bila dilalui gelomban g bunyi pada medium tra nsducer terdapat kristal yang digunakan untuk tertentu. Impedansi akustik sama dengan produk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan densitas jaringan dan kecepatan gelombang oleh transducer . Gelombang yang diterima masih ultrasound d alam jaringan. Keadaan ini terjadi dalam bentuk gelombang akustik (gelo mbang karena jaringan memiliki hambatan (impedance) pantulan) yang harus diubah menjadi gelo mbang yang berbeda sehingga gelombang ultrasound dapat elektrik sehingga dapat dibaca oleh komputer serta menghasilkan gambar ultrasonography dari bagian diterjemah kan dalam bentuk gambar. tubuh yang diskening. (Palmer,2002) . Efek piezo elektrik yang sederhana berarti Secara matematis dinyatakan oleh persamaan jika kristal diberi tegangan maka perubahan bentu k berikut ( Cristensen,1990 ): energi akan terjadi. Transduser ketika berfungsi Z = . v sebagai pemancar meng ubah energi listrik menjadi ????????????????????????????????????..(2.2) energi mekanik. Dan bila sebagai p enerima maka Dimana : energi mekanik diubah menjadi energi Z adalah impedansi akustik listrik .(Cristensen???s,199 0) (gr/detik cm ) 2 Bentuk hasil skening dari pelbagai tranduser adalah densitas medium yang berbeda : (gr/cm ) 1. Linear (Linear array). Hasil skening dari tipe 3 v adalah kecepatan suara tranduser ini berbentuk persegi. Hasil skening (cm/detik) ini paling bermanfaat pada obstetrik dan untuk Pengaruh attenuasi dalam pemeriksaan pemeriksaan skening payudara serta tiroid. 2. Skener sektor. Hasil skening sekto r berbentuk Ultrasonography : Attenuasi akan membatasi kemampuan alat kipas. Hampir segitiga dan berasal lewat Ultrasonography dalam memeriksa struktur jendela akustik yang sangat kecil. Skener jaringan tub uh hanya sampai batas kedalaman sektor dapat digunakan kalau hanya terdap at tertentu. ruang kecil yang tersedia untuk skening. Adanya attenuasi yang berb eda pada jaringan Pemeriksaan skening ini paling berguna untuk tubuh akan memberikan gambaran abdomen bagian atas dan pemeriksaan Ultrasonography yang berbeda pula. ginekologis serta kardiologis. 3. Tranduser konveks. Tranduser ini Secara matematis attenuasi untuk jaringan lunak menghasilkan produk skening antara skener dinyatakan oleh persamaan berikut (Kremkau, linier dan skener sektor sehingga berguna bagi 1984) : pemeriksaan semua bagian tubuh kecuali untuk I = f x l ekokardiografi khusus. ???.?????????????????????????????????.(2.4) Dimana Informasi yang diperoleh melalui pemeriksaan I adalah atenuasi (dB) ultrasonografi, ditampilkan dalam beberap a cara f adalah frekuensi (MHz) ( Jacobson, 2008 ; Wikipedia, 2009 ) : l panjang jaringan yang dilalui 1. A-mode : Tampilan mode ini adalah yang (cm) paling sederhana, sin yal terekam berupa gelombang pada grafik. Su mbu vertikal (Y) pada tampilan grafik mewakili ampliduto echo Komponen Utama Peralatan Ultrasonog rafi Transducer Ultraso und sedangkan sumbu horisontal (X) men unjukkan Gelombang ultrasonik dalam dunia medis tingkat kedalaman atau jarak tranducer dimanfaatkan untuk keperluan diagnosis. Untuk terhadap struktur jaringan tubuh yang memproduksi gelombang ultrasonik ada dua diperiksa. Jenis ultrasonografi ini lebih sering metode yang digunakan yaitu Magnet Listrik dan digunakan pada pemeriksaan opthalmology . Piezo Elektrik. Metode Magnet Listrik, batang 2. B-mode ( gray scale ) : Jenis ini lebih sering ferromagnetik dilingkari den gan kawat kemudian digunakan untuk pencitraan diagnostik ; sinyal dialiri listrik akan timb ul gelombang ultrasonik ditampilkan dalam bentuk 2 d imensi. B-mode pada ujung batang. Sedangkan metode Piezo terutama digunakan untuk evaluasi perkembangan janin dan evaluasi organ -organ, Aorta thoracalis adalah Pembuluh d arah meliputi hepar, lien, ginjal, kelenjar thyroid, terbesar pad a rongga dada terdapat dalam cavum testis, payudara, dan kelenjar prostat. mediastinum posterior. Dimulai pada batas bawah Ultrasonografi B-mode mampu menampilkan dari vertebra thoracic ke IV dimana ia merupakan real-time motion dengan cepat, seperti gerakan lanjutan dari arcus aorta, dan berakhir di depan denyut jantung atau pulsasi pembuluh d arah. batas bawah dari vertebra thoracic ke XII pada 3. M-mode : Jenis ini digunakan dalam hiatus aorticus diafragma. Dalam perjalanannya ia menampilkan struktur yang bergerak; sinyal terdapat di sisi kiri kolumna vertebralis; ia yang dipantulkan oleh struktur bergerak akan mendekati garis tengah saat turun dan saat dirubah menjadi gelo mbang yang secara terminasinya berada tepat didepan kolumna bersamaan ditampilkan melalui su mbu vertebralis. vertikal. M-mode paling sering dig unakan Atherosclerosis dalam penilaian denyut jantung janin dan Atherocklerosis merupakan istilah umum pencitraan jantung, terutama pada kelainan untuk beberap a penyakit, dimana dinding arteri katup. menjadi tebal dan kurang lentur. Penyakit yang 4. Doppler-mode : Ultraso nografi jenis ini paling penting dan p aling sering ditemukan adalah memanfaatkan efek doppler dalam pengukuran Atherosclerosis dimana bahan lemak terkumpul di dan menampilkan aliran darah. bawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri. Dalam pembacaan hasil USG, d igunakan Atherosklerosis adalah su atu penyak it yang istilah hipoechoic, hiperechoic, dan anechoic atau menyerang pembuluh darah besar maupun kecil echofree . Hipoechoic adalah gambaran berwarna dan ditandai oleh kelainan fun gsi endotelial, radang hitam, yang umumnya merupakan gambaran dari vaskuler, dan pembentu kan lipid, kolesterol, zat suatu cairan. Hiperechoic adalah gambaran kapur, bekas luka vaskuler di dalam dinding berwarna p utih, yang umumn ya merupakan pembuluh intima. Pembentukan ini meyebabkan gambaran suatu batu. Sedangkan gambaran organ - plak, pengubahan bentuk vaskuler, obstruksi organ tubuh biasanya didapatkan warna abu -abu luminal akut dan kronis, kelainan aliran darah, (peralihan warna hitam dan putih). Anechoic atau pengurangan suplai oksigen p ada organ atau bagian echofree adalah gamb aran hitam sama sekali (tanpa tubuh tertentu. Atherosclerosis bisa terjadi pada putih), yang didapatkan apabila gelombang echo arteri d i otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya mengenai udara atau tulang ( Jacob son, 2008 ). serta tungkai. Jika atherosclerosis terjadi didalam arteri yang menuju ke otak ( Arteri Karotid ), maka Prinsip Penggunaan USG Doppler bisa terjadi Stroke. Jika terjadi didalam arteri yan g Dasar penggunaan ultrasonik adalah efek menuju ke jantung ( Arteri Koroner ), bisa terjadi Doppler, yaitu terjadi perubahan frekuensi akibat serangan jantung. adanya pergerakan pendengar atau sebaliknya dan Penyakit atherosclerosis kebanyakan tidak getaran yang dikirim ke ob yek akan direfleksikan bergejala, d iagnosisnya dap at ditegakkan secara oleh obyek itu sendiri. Dimana frekwensi suara dari kebetulan saat dilakukan pemeriksaan foto polos benda benda yang b ergerak yang kita dengar selalu thorax yang menunjukkan adanya gambaran lebih tinggi d ari frekwensi sebenarnya bila arah kalsifikasi (perkapuran) berupa gambar putih pada geraknya mendekati kita. Sebaliknya bila arah katup aorta. Gambaran putih ini menandakan geraknya menjauhi kita maka frekwensi suaranya adanya penump ukan lemak di dalam pembuluh terdengar lebih rendah Tampilan Doppler darah, yang menyebabkan terjadinya penyempitan memungkinkan kita melihat denyut pemb uluh pembuluh darah yang disebut stenosis. Stenosis darah, arah aliran darah (memakai doppler Katup Aorta (Ao rtic Stenosis) adalah penyemp itan berwarna) dan melakukan kalkulasi kecepatan pada lubang katup aorta, yang menyebabkan aliran darah dalam pembuluh darah (velositas). meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta (Stewart WJ and Carabello Kecepatan gelombang bergantung pada BA, 2002: 509-516). medium dimana ia merambat dan tidak tergantung Penentuan Kecepatan aliran rata -rata darah dari sumber . Apabila sumber gelombang dan beda frekuensi. ultrasound bergerak maka panjang gelombang Dalam mendeteksi aliran darah, USG akan berubah. Apabila sumber bunyi dan pengamat Doppler memberikan ruang informasi tentang sama-sama bergerak maka persamaan yang dipakai ukuran, bentuk dan tingkat atau besarnya aliran adalah (Gabriel,1988): darah atau gejala kelainan aliran darah yang terjadi pada pembuluh darah (penyempitan/stenosis, ?? f = p thrombus) sebagai akibat dari terjadinya ?? ???????????? ????????? ????????? ??????.. ( 2.5 ) penumpukan lemak pada p embulu h darah yang Prinsip pengukuran kecepatan aliran d arah melalui disebut Athero sclerosis. Pada pasien pesawat USG Doppler sebagaimana yang Atherosclerosis sebelumnya diindikasikan dari digambarkan di bawah ini : hasil foto thoraks yang memperlihatkan adanya Pemeriksaan Aorta Tharocalis kalsifikasi pada pemb uluh darah yang akan eksitasi ke jantung. Sedangkan diastole adalan mempengaruhi kecepatan aliran darah rata-rata. keadaan dimana jantung bagian ventrikel kanan dan Semakin banyak penu mpukan lemak dalam kiri mengalami relaksasi dan pengisian darah. pembuluh darah, dapat mempengaruhi kecepatan Diastole terjadi setelah sistole dimana valvula aliran darah. Kecepatan aliran dalam darah semilunaris aorta dan valvula semilunaris merupakan rata-rata kecepatan sistole dengan pulmonalis tertutup dan valvula AV (trikuspidalis kecepatan diastole. dan mitral) terbuka sehingga kontraksi dari atrium Perhitungan nilai mean velocity ( V ) kiri dan kanan yang terisi darah dipomp a ke m dan Pulsatility indeks ( PI ) adalah sebagai berikut masing-masing ventrikel. Relaksasi pada saat (Mathias Hoffer, 2004): diastole terjadi karena mengikuti repolarisasi otot jantung yang terjadi setelah sistole berlangsung. ( ) V = + m Sewaktu impuls jantung melewati ............................................. ( 2.6 ) jantung, arus listrik juga akan menyebar dari P = jantung ke dalam jaringan di dekatnya di sekelilin g I jantung. Sebagian kecil dari arus listrik ini akan .............................................. ( 2.7 ) menyebar ke segala arah di seluruh permukaan Pemeriksaan ultrasonik Doppler kedua tubuh. Bila pada kulit yang berlawanan dengan sisi nilai normal V dan PI sangat bervariasi, mulai dari m jantung ditempatkan elektrod a, maka potensial pembuluh darah yang besar sampai yang kecil. listrik yang dicetuskan oleh arus tersebut akan Pemeriksaan dimulai dengan skening transversal dapat direkam, rekaman ini d ikenal sebagai dari Abdo men daerah diagfragma. Kemudian elektro kardiogram. dilanjutkan pemeriksaan dengan skening Pada Elektrokardiogram normal terdiri atas longitudinal dengan menggerakkan transduser pada sebuah gelombang P, sebuah kompleks QRS, dan bagian abdomen. sebuah gelo mbang T. seringkali tetapi tidak selalu Berdasarkan nilai kecepatan aliran darah komp leks QRS itu terdiri atas tiga gelombang yang dalam pembuluh darah, dalam Efek Doppler juga terpisah, yakni gelombang Q, gelombang R, dan digunakan untuk mengukur bergeraknya darah gelombang S. Gelombang P disebabkan oleh dalam tubuh Berkas ultrasonik yang mengenai potensial listrik yang dicetu skan sewaktu atrium darah yang bergerak menjauhi tranduser. Dengan berdepolarisasi sebelum kontraksi atrium dimulai. menggunakan efek doppler frekuensi yang diterima Kompleks QRS disebabkan oleh potensial listrik oleh pemantul f dap at dihitung. Dimana tranduser yang dicetuskan sewaktu ventrikel berdepolarisasi bertindak sebagai sumber yang diam sedangkan sebelum berkontraksi, yaitu sewaktu gelo mbang pemantul bertindak sebagai pendengar yang depolarisasi menyebar melewati ventrikel. Oleh bergerak menjauhi sumber dengan kecepatan V. karena itu, baik gelo mbang P maupun komponen- . = komp onen kompleks QRS disebut sebagai ?????????????????????????????????( 2.8 ) gelombang depolartisasi . Dari rumus diatas dapat dihitung kecepatan aliran darah dengan : METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian . V = m Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April ??? ?????????????????????????????????.( 2.9 ) Mei 2012 di instalasi Radiologi RSUD Lanto Dg. Dimana: Pasewang Kab. Jeneponto f adalah frekuensi mula-mula, Alat dan Bahan yang digunakan 0 0 f adalah perubahan frekuensi, (f = f-f ) 1. Pesawat Ultrasonografi t f ad alah frekuensi yang diterima pasien Merk : Alo ka t v adalah kecepatan aliran darah, Model : Prosound SSD- m v adalah kecepatan gelombang ultrasound 3500SX pada jaringan 1540 m/ detik, Co s adalah sudut Dimensi : 135 - 150 arah sumber Berat : 100 (220) Kg Hubungan PQRS terhadap sistol diastole pada Daya input : 115 / 220 - 240 VAC pemeriksaan EKG 10%, 50/60 Hz Sistole adalah keadaan dimana jantung Metode Scanning : M-Mode, B-Mode, bagian ventrikel berkontraksi dan melakukan 3D,4D pengosongan. Ketika valvula AV kanan Tampilan Mo nitor : 12 bit A/D Konversi, (trikuspidalis) dan kiri (mitral) menutup, valvula DICOM-Kompatibel built-in semilunaris aorta membuka, otot jantung ventrikel 2. Perangkat Lunak kiri memompa darah di dalamnya ke pemb uluh Type Probe : Convek Array 2-D, 3- aorta dan ventrikel kanan, valvula semilunaris d, Linear Array pulmonalis terbuka, otot ventrikel kanan memompa Tampilan Karakter: Tahun, bulan, tanggal, darah di dalamnya ke paru-paru melalui arteri nama rumah sakit, identitas pulmonalis. Kontraksi terjadi karena penyebaran Pasien, jenis pemeriksaan, ukuran-ukuran. Alur Panelitian Pengukuran : Jarak, Velocity luas Mulai No. Kode Pasien Tingkatan Kalsifikasi 1. A Kecil Persiapan alat 2. B Kecil dan bahan 3. C Sedang bahanbahan Pasien penderita 4. D Besar Atherosclerosis 5. E Sedang (melalui foto Thorax) 6. F Sedang Skening pengukuran 7. G Sedang aliran darah dengan 8. H Besar USG dan volume Film : 32 frame (standar) Penentuan Penentuan 3. Jelly Kecepatan Frekuensi Persiapan Pasien Aliran Darah Pemeriksaan ini tidak memerlukan Terimaan persiapan k husus layaknya pemeriksaan USG Pasien Abdomen biasa atau p un pemeriksaan lainnya yang Hasil harus berpuasa sebelum dilakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini dilakukan setelah adanya hasil Foto thorax yang menunjukkan adanya gambaran kalsifikasi pada katup Aorta Thoracalis. Selesai Pelaksanaan Pemeriksaan Pasien berbaring dalam keadaan terlentang berada dalam keadaan rileks. Lumasi abdomen dengan jeli. USG diSet dengan B mode dan p robe HASIL DAN BAHASAN diletakkan diatas perut secara maksimal tepatnya IV.1 HASIL pada MSP ( Mid sagital plane ), sekitar 2 cm Penelitian yang dilak ukan dalam hal ini kearah kanan pasien setinggi antara processus adalah dengan meneliti kecepatan aliran darah xipodeus sampai dengan 2 cm kearah bawah dari pasien yang telah diindikasikan memiliki penyakit umbilikus sehingga didapat gambaran Aorta atherosclerosis melalui hasil penampakan Thoracalis kalsifikasi atau perkapuran dari hasil film Mengidentifikasi bentuk gelombang radiografi thorax. Selain itu juga telah diamati dan pantul signal ultrasonik o leh, sel darah merah yang dihitung frekuensi yang diterima pasien dari prinsip mengalir dalam Aorta Thoracalis, setelah efek Doppler dari peralatan Ultrasonografi Doppler didapatkan bentuk signal kemudian melakukan yang digunakan. Jumlah pasien yang diambil pengukuran V dan PI dengan mencari menu m datanya adalah sebanyak 8 orang dengan deteksi select two wave maka akan muncul kursor yang klinis dari dokter radiolog adalah beriindikasi dipergunakan untuk membuat grafik sehingga di mengalami penyakit atheroclerosis. Tetapi dari ke- dapatkan data terukur PI d an V . m 8 pasien yang diperiksa hanya ada 5 pasien yan g Kecepatan rata-rata aliran darah sempat di rekam hasil gambar USG nya dan 3 dipengaruhi oleh cordiac output, umur jenis lainnya hanya dicatat kecepatan aliran darahnya. kelamin. Parameter yang umum bisa didapatkan Tabel IV.1 berikut di bawah ini dari pemeriksaan USG Doppler adalah : Peak merupakan data tingkatan diameter kalsifikasi yang Sistolik Velocity ( V ), End diastolik velocity ( V s d tampak pad a aorta Thoracalis dari citra film ), Pulsasi Indeks ( PI ), Mean Velocity ( V ). Yang m radiografi thorax beberapa pasien yang diteliti. dihitung dengan menggunakan persamaan (II.6) Tabel IV.1 Data Tingkatan Kalsifikasi Pada dan (II.8). Aorta Thoraca lis. Dari nilai-nilai tersebut diatas nilai mean Ketengan : Data Lengkap Hasil Radio grafi Thorax velocity dan pulsatility ind eks merupakan nilai dapat dilihat pad a lampiran 1. yang harus diketahui karena dipakai sebagai Pada tabel IV.1 memperlihatkan adanya kalsifikasi interpretasi berkaitan dengan berbagai macam atau perkapuran (berupa gambar putih pada daerah keaadaan patologis. katup aorta). Gambaran putih ini menandakan adanya penumpukan lemak di dalam pembuluh darah. Dimensi dari gambaran putih tersebut pada saat gambaran (film radiografi) ditampilkan dalam viewer (lampu b aca foto ) , dapat diperkirakan Tabel IV.2 Data Hasil Pembaca an Kecepata n tingkatan dari perkapuran yang tampak (berupa Aliran Darah Sistole dan Diastole serta bayangan putih yang menjorok keluar ke sisi kiri Frekuensi Masukan kepada setiap Pasien thorax melewati batas batang aorta). Penentuan tingkat kalsifikasi ini dimaksudkan untuk dijadikan No. Kode Kecepatan Aliran Frekuensi sebagai referensi dalam perbandingan penentuan Pasien Darah (cm/s) Masukan kecepatan aliran darah dalam aorta yang telah (MHz) Sistole Diastole direkam melalui USG Doppler dari setiap pasien 1. A 110.99 22.75 2.5 yang diamati. 2. B 111.44 26.6 2.5 Pada tabel IV.1 tersebut dipero leh adanya 3. C 63.1 5 0 2.5 kalsifikasi yang bervariasi, mulai dari yang kecil 4. D 47.0 3 0 2.5 sampai den gan yang besar. Data yang paling besar 5. E 44.7 11.7 2.5 kalsifikasin ya berada pada kode pasien ke D, dan 6. F 42.1 2 10.5 2.5 yang paling kecil kalsifikasinya berada pada kode 7. G 39.1 11.5 2.5 pasien ke B 8. H 20.5 15 2.5 Selanjutnya data hasil rekaman radiografi tho rax Keterangan : gambar selengkapnya seluruh data tersebut dijadikan sebagai bahan rujukan oleh pasien yang diamati dapat dilihat pada lampiran 2. pasien dari unit Rontgen ke unit pelayanan pemeriksaan USG Doppler untuk diketahui Dari tabel IV.2 terlihat bahwa pada beberapa hasil kecepatan aliran darah dalam aorta thoracalisnya. rekaman USG tidak dapat dideteksi nilai kecepatan Berikut, dalam gambar IV.2 merupakan hasil aliran diastolenya (bernilai 0). Hal ini disebabkan rekaman USG Doppler salah satu p asien yang di karena pada saat dilakukan skening darah yan g amati, lengkap dengan rincian data kecepatan aliran mengalir pada pembuluh darah tersebut sangat darah systole ( PS ) dan diastole ( ED ) serta lambat yang disebabkan oleh denyutan pembuluh frekuensi transduser yang d iberikan pada pasien. darah sehingga nilai kecepatan diastolenya (bernilai Pada sisi kanan atas, terdapat data Frekuensi ( Frq ) 0). Frekuensi masukan yang diberikan melalui yang merupakan frekuensi dari pesawat, sedangkan transduser sebesar 2.5 MHz yang mana tidak nilai Frq yang tertera pada sisi kanan tengah adalah melebihi spesifikasi transduser yaitu 3.5 MHz. frekuensi tranduser yang diberikan pada pasien atau Kecepatan sistole yang diperoleh dari semua data yang disebut sebagai frekuensi masukan. pasien berkisar antara 22.4 cm/s sampai 111.44 cm/s dan kecepatan diastole yang diperoleh berkisar antara 0 sampai 26.60 cm/s. Kecepatan systole terting gi pada kode pasien B dan terendah pada kode pasien H sedangkan kecepatan d iastole tertinggi pada kode pasien B dan terendah pada kode pasien C dan D. BAHASAN Atherosklerosis adalah suatu penyakit yang menyerang pembuluh darah besar maup un kecil dan ditandai oleh kelainan fungsi endothelial, radang vaskuler dan pembentukan lipid, kolesterol, Gambar IV.2 Hasil Rek aman USG Doppler zat kapur, b ekas luka vaskuler di dalam dinding Pasien X pembuluh inti. Pembentukan ini men yebabkan Hasil bacaan kecep atan aliran Sistole d an Diasto le, plak, pengubahan bentuk vaskuler, obstruksi dan frekuensi yang diberikan (frekuensi masukan) luminal akut dan kronis, kelainan aliran darah, pada rekaman USG setiap pasien yang di amati pengurangan suplai oksigen p ada organ atau bagian dapat dilihat pada tabel IV.2 berikut : tubuh tertentu. Nilai mean velocity (V mean) dan pulsatility indeks (PI) merupakan dua nilai dasar yang harus diketahui karena merupakan nilai yan g dipakai sebagai interpretasi berkaitan dengan berbagai macam-macam keadaaan patologis cerebrovasculer maupu n cardiovasculer . Nilai pulsatility (PI) yang normal adalah berkisar antara 0.5 ??? 1.2. Apabila nilai lebih dari 1.2 maka keadaan ini menunjukkan adanya Kecepatan rata-rata yang masuk dalam kategori kerusakan jaringan ginjal. sedangkan Pulsatility masih tinggi (kode pasien A dan B) diindikasikan yang kurang dari 0.5 menggambarkan adanya dengan kelainan yang masih ringan termasuk dalam kelainan jantung. penampakan kalsifikasi (perkapuran) masih sedikit. Adapun nilai kecepatan rata-rata (Vm) dan Sedangkan pasien lainnya yakni kode p asien E, C, Pulsasi Indeks (PI) dari setiap data pasien F, G, H dan D dengan indikasi memiliki kecepatan sebagaimana yang dihitung berdasarkan persamaan aliran darah relative rendah dan berdasarkan (II.6) dan (II.8) selengkapnya dapat dilihat p ada penampakan kalsifikasinya sangat banyak d an luas. table IV.3 berikut : Demikian juga terhadap pulsasi indeks yang dipero leh kisaran nilai yang normal antara 0,5 ??? 1,2 Berdasarkan hasil perhitungan seperti yang tampak dimana diantara pasien diperoleh nilai yang kurang pada tabel IV.3, kecepatan rata-rata berkisar antara dari 0,5 yaitu 0,33 pada kode pasien H dengan 15,68 cm/s sampai 54,88 cm/s dengan Pulsasi indikasi pasien mengalami kelainan jantung Indeks berkisar antara 0,33 sampai 3 ,00 dan sedangkan nilai tertinggi sebesar 3,00 pada kode frekuensi terimaan yang hampir seb anding dengan pasien C dan D, yang kemungkinan pasien frekuensi masukan dari transduser. Nilai yang mengalami kelainan ginjal. Berdasarkan nilai diperoleh dari perhitungan kecepatan rata-rata Pulsasi Indeks semua pasien dikategorikan aliran darah sebanding dengan gambaran hasil mengalami kelainan berat (jantung maupun ginjal) thorax yang memperlihatkan luasan kalsifikasi karena peredaran darah yang tidak normal. yang terjadi. Lebih jelas dapat di lihat pada grafik Semakin banyak penumpukan lemak berikut (gambar IV.3 dan IV.4). (warna putih banyak tanpa ada bayangan) dalam aorta maka aliran darah yang mengalir dalam aorta juga akan mengecil demikian pula jika Grafik Kecepatan penumpukan terjadi lebih panjang sepanjang Rata-Rata pembuluh aorta maka aliran darah juga akan mengalami hambatan di banyak titik. Pada 55.00 kecepatan aliran rata-rata yang besar mengandung 50.00 45.00 sedikit kalsifikasi dengan penamp akan tulang 40.00 35.00 pembuluh aorta masih jelas hal ini dapat diartikan 30.00 25.00 20.00 sebagai penderita atherosclerosis masih dalam 15.00 10.00 tingkat yang rend ah dan dap at diobati. Sedangkan 5.00 0.00 kecepatan aliran rata-rata yang sangat kecil mengandung banyak kalsifikasi dengan gambaran A B C D E F G H putih yang tampak pada radiografi thorax sangat Kode Pasien tebal (putih total tanpa adanya bayangan tulang aorta). KESIMPULAN DAN SARAN Gambar IV.3 Grafik Nilai Kecepatan Rata -Rata KESIMPULAN Penderita atherosclerosis ditandai dengan Semua Pasien penampakan kalsifikasi (perkapuran) pada Pulsasi Indeks pembuluh aorta thoracalis berd asarkan gambar radiografi thorax yang diperoleh. Luasan kalsifikasi 3.00 pada thorax akan mempengaruhi kecepatan aliran 2.50 darah dalam aorta berdasarkan scanning USG 2.00 Doppler. Demikian juga terhadap Pulsasi Indeks, 1.50 nilai yang terhitung akan mengindikasikan 1.00 beberapa kelainan (penyakit) dalam diri p asien. 0.50 0.00 Kecepatan aliran darah rata-rata terendah dalam aorta thoracalis sebesar 15,68 dengan Pulsasi A B C D E F G H Indeks sebesar 3,00 yang terindikasi mengalami kelainan ginjal. Frekuensi ultrasonic yang diterima Kode Pasien pasien tidak jauh b erbeda (sama) den gan frekuensi masukan dan tidak dipengaruhi oleh kecepatan aliran darah dalam tubuh pasien. Gambar IV.4 Grafik Nilai Pulsasi Indeks Semua Pasien V.2 SARAN Untuk menyempurnakan hasil penelitian ini, Dari gambar IV.3 dan IV.4 tampak sebaiknya dilakukan penelitian tentang gejala yan g kecepatan rata-rata terbesar pada kode pasien B dirasakan oleh p asien atherosclerosis ini serta sebesar 54,88 sedangkan kecepatan rata-rata terendah pada kode pasien D sebesar 15,68. mengamati prosedur terapi yang harus dilaksanakan oleh pasien tersebut. DAFTAR PUSTAKA Alexander Levitov.MD.FCCM. dkk. 20 09. Critical Care Ultra so nography . Bushong. Steward C. 1988. Radiologic Scence for technologist . Mosb y Year Book Inc. St.Lois Misouri Bushong. S.C.. 1991 Diag nostic Ultrasound : Physics. Biology. and Instrumentation . Mosby Year Book. Inc. Toronoto. Bueche. R. J. 1986 Intro duction to p hysics a nd Engineers . New York Mc Graw-Hill t h Cristensen???s 4 edition 1990. Physisics of Diagnostic Radiology . Lea and Febiaer Phioladelphia . USA Gabriel J.F. 1988. Fisika Kedokteran . Buku Kedokteran EGC Jakarta Gabriel J.F. 1996. Fisika : Cetakan Ke-7 Penerbit Buku Kedokteran EGC .Jakarta Guiton, Hall : Fisiologi Kedokteran edisi 11 : EGC Halliday. D. R Resnick. KS Krane. 1992. Physics. 4th ed. Vol. I . Jhon Wiley & Sons. New York. Jacobson. Jon A. 2008 Ultrasonography: Principles of Radiologic Imaging in Merck Manua l 18 th Edition . Merck Sharp & Dohme Corp . New Jersey. USA. Jhon R. Cameron. James G 1978. Skotronick. medical physics . New York : Wiliy & Sons Mc. Kremkau. W Frederick. 1984. Diagnostic Ultrasound principles. instrumemntation and exercises . Grune & Stratton.Inc. New York Palmer. P.E.S. 2002. Panduan Pemeriksaan Diag nostik USG Sjahrir R. dkk. 1992. Radiolo gi Diagnostik Pencitraan Diagnostik Gaya Baru Sutrisno. 1986. Gelomb ang dan Optik. Seri Fisika Dasar Jilid 2 Bandung : Institut Tehnologi Bandung. Dr.Ir. Amoranto Trisnobudi. Teori Ultrasonik dan Instrumentasi Ultrasonik Willam D. O. Brien 2007. Review Ultrasound- biophysics Mechanisms Journal science Direct progress in Biophysics and Molocular Biology . Wikipedia. Med ical Ultrasonography . 2009. Available h ttp://www.wikip edia.com/Medical - ultrasonography . Diakses tanggal 17 Desember 2009. http://www.daviddarling.info/encyclopedia/A/aorta .html Diakses tanggal 6 April 2012 INTISARI Telah dilakukan penelitian tentang Studi Penentuan kecepatan aliran darah dan Frekuensi terimaan pasien atherosclerosis menggunakan pesawat USG Colour Doppler. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan membandingkan hasil foto thorax pasien yang diindikasikan menderita pen yakit atherosclerosis atau penump ukan lemak dalam pemb uluh aorta thoracalis, kemudian ditentukan kecepatan aliran darah dalam aorta tersebut. Hasil penelitian diperoleh bahwa p enderita atherosclerosis ditandai dengan p enampakan kalsifikasi (perkapuran) pada pembuluh aorta thoracalis berdasarkan gambar radiografi thorax dimana luasan kalsifikasi yang terjadi berpengaruh terh adap kecepatan aliran darah dalam aorta, semakin besar kalsifikasi (perkapuran) yang tampak maka semakin kecil pula kecepatan aliran darah rata-rata d alam aorta. Karena kalsifikasi menunjukkan banyaknya lemak yang tertimbun dalam aorta thoracalis yang akan mengakibatkan tertahannya aliran darah menuju organ lainnya. Kecepatan aliran darah rata-rata tertingg i sebesar 54,88 cm/s dan tertendah sebesar 15,68 cm/s. Frekuensi ultrasonic yang diterima pasien tidak jau h berbeda (sama) dengan frekuensi masukan dan tidak dipengaruhi oleh kecepatan aliran darah dalam tubuh pasien. Kata Kunci : USG Dop pler, atherosclerosis, aorta thora calis, kalsifikasi .

Share - Bookmark

Cite this article

Cookies make it easier for us to provide you with our services. With the usage of our services you permit us to use cookies.
More information Ok